Aku bersua hujan itu lagi
Dengan ringkik kuda langit
Berpacu seperti tarian perang
Bau dupa dan kemenyan
Seorang kasatria dengan mata leli
Yang ditulis beribu penyair
Menyeru melebihi para nabi:
“aku suka sajakmu. Kata menghidupkan cinta.
Biar airmata tak lelah menafsir setiap hujaman pedang.
Saat aku bertempur di kedalaman kehidupan”






