Jumat, 28 September 2012

CAHAYA CINTA (puisi Iverdixon Tinungki)


dalam enya langit luas itu
mendakikan semangat terbang
menyongsong angin berhamburan
nada melengkung dalam warna perak
ia menyibak legam
dari raung dan erang
sebuah malam

Minggu, 15 Juli 2012

BILA AKU MENULISKAN HUJAN


bila aku menuliskan hujan
karena kutemukan senyummu
pada pecahanpecahan air
di jalanan ini

kabut buram
bunyi halilintar
atap-atap yang mendenting
seperti resital daundaun
menyanyikan puja
pada langit yang menaungi
suaraku memanggilmu

BILA AKU MENULISKAN HUJAN (Puisi Iverdixon Tinungki)


bila aku menuliskan hujan
karena kutemukan senyummu
pada pecahanpecahan air
di jalanan ini

kabut buram
bunyi halilintar
atap-atap yang mendenting
seperti resital daundaun
menyanyikan puja
pada langit yang menaungi
suaraku memanggilmu

Jumat, 29 Juni 2012

Festival Puisi Sulawesi Utara 2012

Pekan Festival Puisi Sulawesi Utara 2012 yang berlangsung selama 3 hari sejak Kamis, (21/6) ditutup Sabtu, (23/6) malam. Acara seni yang bertajuk MTC Menyair yang diselenggarakan di Atrium Mega Trade Centre (MTC) Megamas Manado, bekerja sama dengan Komunitas seni dan budaya Walek@fi-ESA, Komunitas Bibir Pena dan N-Joy Production berhasil menelurkan nama-nama baru sebagai penyair muda Sulawesi Utara.

Rabu, 27 Juni 2012

TELAGA GOLDEN LAKE (puisi Iverdixon tinungki)


Langit tenggelam di telaga Golden Lake
Hingga di atasnya kosong, di bawahnya kesuraman
Hanya bulu burung putih melayang dari sayap yang hilang
Merayapi sisa desau angin, kemudian terbawa pergi

Lumpur, deretan teratai menyembunyikan bayangan ikan
juga katakata setiap ingin kupanggil namamu             
seperti angin yang malu menciumi permukaan air
tak mau berbagi senyum teduhmu
 kecuali bunyi gemericiknya yang suram

EPILOG KESURAMAN (puisi Iverdixon Tinungki)


Wahai kesuraman
Apa kau tenun di kuba malam  
mosaik hati yang letih
atau gambar sepi yang angkuh

Betapa dalam liang
menenggelamkan suaraku, juga namamu
hingga nada tak bersisa
buat bintang mengkoreografikan hatiku

Jumat, 11 Mei 2012

Paroki Singkil 1903-1973 (Sejarah GMIM Wilayah Manado Utara II) (3)


 Oleh : Iverdixon Tinungki

I.                  DARI PAROKI KE WILAYAH
1. Pelayanan Distrik Manado
Dalam Tata Gereja GMIM 2007 , struktur pelayanan GMIM ditata dalam tiga aras yakni Jemaat, Wilayah dan Sinode. Kendati faktanya ada sejumlah kegiatan pelayanan saat ini yang dilakukan dalam sistim Rayon  (sistim Distrik pada masa lalu), -- semisal Pengurus Lansia GMIM Rayon Manado-Kembes, dan atau Pertemuan Komisi Kategorial Pria Kaum Bapa Rayon Manado…dst--, struktur ini bukan merupakan aras pelayanan dalam GMIM saat ini.
Sebelum GMIM berdiri, sistim pelayanan menurut distrik dikenal sebagai upaya membagi dan menjangkau wilayah pelayanan disebabkan oleh kurangnya tenaga pelayan atau pendeta ketika itu.
Sistim pelayanan Distrik (clasis) tersebut diperkirakan bermula pasca berdirinya Indische Staats Kerk (Gereja Protestan) pada tahun 1800, pasca bubarnya VOC Kerk. Teritorial pelayanan misioneri dari Gereja Protestan Belanda menjadi hamba Tuhan di Minahasa hingga masa tibanya Pendeta Riedel dan Schwarts di tahun 1831 dibagi menurut distrik dalam struktur wilayah pemerintahan Hindia Belanda.