aku dan cucuku pagi itu menanami langit
persegi dengan bibit mimpi
langit di atas jalan sudah setahun
sebulan hanya itu saja. sudah jenuh
rumput daundaun pasa, rumah tetangga
menabung gonggongan anjing
dari jaman ia bersuami hingga sudah jadi
janda, gonggongan tetap saja
muka mereka sulit tertawa, pernah gila
barangkali
burungburung itu kicaukicaunya
menerangkan angin ditungganginya
punya tubuh, tumbuh bersama seinci mimpi
di bidang persegi