Selasa, 14 Januari 2014

FRAGMEN KEDUA : Selimut Petiduran (PUISI IVERDIXON TINUNGKI)



Anastasia, perempuan meninggalkan biara
karena merasa lebih mulia berada di padang nestapa

sebuah sungai di kota kita mengaliri ruas hati
menyejuki rumputrumput di mana beratus tubuh rebah

“kepadamu yang tidur dalam kedinginan
aku akan memberimu pelukan,”  kata perempuan
dengan seluruh keinginan mendekap kematian

ia bersenandung, menyingkap nyanyian beribu burung, turun
mengurapi kepala, tersungkur di arus kuala

FRAGMEN PERTAMA: Batang Air (PUISI IVERDIXON TINUNGKI)



pada sungaisungai kering ini kau catat
riwayat lumut dan pasir yang sedih
suatu ketika kau sadari  pada sungaisungai kering ini
katakata berhenti

mimpi batangbatang air mana hendak mengalir
dalam buku yang ingin kau tulis sebagai mimpi?

di hari ketujuh leluhur Adam menemukan Tigris Eufrat
kuldi bercahaya itu menimba semua kebaikan
tanah basah. sesungguhnya tubuh, darah lelaki teraniaya

PUISI-PUISI RELIGIUS KRISTIANI DAN PASKAH (5)

PUISI-PUISI: IVERDIXON TINUNGKI




FRAGMEN 25 : Orakel 51

seperti cuaca
tanpa wujud akhir disiapkan
ia meraut aku.  seraut kenangan

pada kenangan  
aku melintas segala tak dapat diringkas
segala tak dapat dipintas

aku pergi ke kuilkuil katakata tumbuh di tubuh puisi
ada arakarakkan musim kupetik dan kumulai
senja gugur, ladangladang nafsu saling mendebat
menggebu. tak mendetak

PUISI-PUISI RELIGIUS KRISTIANI DAN PASKAH (4)

PUISI-PUISI: IVERDIXON TINUNGKI




FRAGMEN 16: Perjanjian

Musa mencari kota tanpa berhala
di manamana kota berdiri di atas sejarah

ada gerbang dari batu memahat namanama jalan
sungaisungai menghanyutkan kemurungan
tumpah dari kisahkisah peperangan

Kanaan dicari Musa tak pernah ada
Kanaan didapati Yosua tak ubahnya sebuah Jakarta
para pembual, ahli sihir mendapatkan kemewahan
ada palma, tangisan luruh di tepitepi malam

PUISI-PUISI RELIGIUS KRISTIANI DAN PASKAH (3)

PUISI-PUISI: IVERDIXON TINUNGKI



FRAGMEN 11 : Dari Sebuah Kisah

ia kalah. ia tak bisa jadi yang pertama

ia menghitung lima serambi pintu gerbang domba
tiga puluh delapan tahun rebah
diulang, hingga seluruh jenuh
jadi reruntuk enyuh

di kotakota kita kisah itu lebih nyata
kisah tua lelaki lumpuh di tepitepi gereja

di Bait Allah sayup terdengar  lagu
hanya lagu. seakan derap kereta membawa pulang orangorang
ke sebidang tanah perjanjian. tanah yang juga terhampar
di mimpimimpinya

PUISI-PUISI RELIGIUS KRISTIANI DAN PASKAH (2)

PUISI-PUISI: IVERDIXON TINUNGKI




FRAGMEN KEENAM: Epos

ada ketika dimana sebuah benteng akan runtuh
opsir tentara, epaulet di bahunya dilupakan

menaramenara kemajuan ilmu mengangkut kecemasan
ke punggungnya, dengan kibaran benderabendera sihir
ke atas seluruh cahaya

angkasa pecah kembar. memisah dua dunia
antara yang kuasa dan yang terjajah
antara yang kaya dan yang hina dina
antara yang nyaman dan yang terlantar
antara titah dan nubuatan

PUISI-PUISI RELIGIUS KRISTIANI DAN PASKAH (1)

 PUISI-PUISI: IVERDIXON TINUNGKI




FRAGMEN PERTAMA: Batang Air

pada sungaisungai kering ini kau catat
riwayat lumut dan pasir yang sedih
suatu ketika kau sadari  pada sungaisungai kering ini
katakata berhenti

mimpi batangbatang air mana hendak mengalir
dalam buku yang ingin kau tulis sebagai mimpi?

di hari ketujuh leluhur Adam menemukan Tigris Eufrat
kuldi bercahaya itu menimba semua kebaikan
tanah basah. sesungguhnya tubuh, darah lelaki teraniaya