Sabtu, 26 November 2016

PULAU TAGULANDANG DALAM PUISI IVERDIXON TINUNGKI



KETIKA DURADO BERTEMU PAGINCAR

Fernao vaz Durado*) tahun 1580 menulis Pagincar
Bertholamev Laso*) menyebutnya Pancare
itu nama pulau Tagulandang

apa ingin kautulis pada Tagulandang yang kini
apakah tulang pipi cemas
atau ramai iklan asing di jalan bau pesing

JALUR REMPAH DALAM BEBERAPA PUISI IVERDIXON TINUNGKI



CATATAN MUSIM

hari itu musim yang luar biasa
kau mentraktirku kopi Afrika
di café bernama Cabana

di luar sana cuaca Pasifik
memperdengarkan gemanya yang merana

perahu nelayan
dan burung layanglayang
meneguk duka

DESA ARANGKAA TALAUD DALAM PUISI IVERDIXON TINUNGKI




AKU PERNAH SAMPAI DI ARANGKAA

aku pernah sampai di Arangkaa
di dusun kering
di tempat mimpi selalu tak mungkin
dan luka api masih berdarah

seuntai lagu di langit 
dari suara seekor kunang
dipantul dinding batu
mengkremasi kujur tua bulan kesepian

PULAU KAWIO SANGIHE DALAM PUISI IVERDIXON TINUNGKI



SUATU HARI DI PULAU KAWIO

siapa menyangka
pernah tiba di sini
Juan Sebastian del Cano*) 

atapatap hijau mangrove
dan laut yang kutatap
diramaikan ikan bersirip dan kakap

Jumat, 25 November 2016

PIDATO KEBUDAYAAN DI HADAPAN KUNANG-KUNANG



PIDATO KEBUDAYAAN DI HADAPAN KUNANG-KUNANG
(Sekadar Catatan Dalam Rangka Hari Puisi Indonesia)

Oleh: Iverdixon Tinungki

Setiap penyair punya kesunyiannya masing-masing, kata Chairil. Demikian kehidupan, punya kemuliaannya masing-masing. Di antara dua kutub itulah aku hidup, dan merayakan hidup. Karena hidup terlalu megah untuk tidak dirayakan, kata Umbu. Dengan puisilah aku merayakan hidup. Merayakannya dengan cara memuliakannya sekaligus mengkritisinya.

TIGA PUISI IVERDIXON TINUNGKI TENTANG CINTA



PUISI IVERDIXON TINUNGKI

 MENYAJAK MALAM YANG  TERTINGGAL DI OIKANO

sudah kita bawa pulang
segenap cinta yang matang
balun gelombang
dan kecupan tak berkesudahan

lebih seperempat abad
kita berpelukan dalam hati yang nanap
dengan perasaan musikal
lagulagu dan masakan, juga pertengkaran kecil
yang timpas di atas kudus pembaringan

INDONESIA DALAM DUA PUISI IVERDIXON TINUNGKI


PUISI IVERDIXON TINUNGKI


INDONESIA KITA

ini masa dimana banyak orang
memberangus akal sehat
mengunci perdebatan
meski penting disuarakan

kritik dibalas makian
Kebenaran identik dengan jumlah orang turun ke jalan